Dalam secarik tulisan aku menemukan mu,..
masih ku terpukau dengan senuah nama dalam secarik kertas itu,..
sudahlah, tak kuhiraukan lagi siapa sang pemilik tulisan itu..
kubiarkan hari berganti, dan perlahan-lahan aku pun melupakan nama dan tulisan itu,..
Sampai pada suatu saat, ketika aku harus menemukan sosok sang pemilik tulisan itu,
dan remang malam kota itu mempertemukan kita, tiada sesuatu yang istimewa.
hanya secangkir kopi panas pengantar pembicaraan ringan.
walau kadang sesekali suasana kembali hening dan membeku.
Hanya segaris senyum khas itu, yang aku tau itu hanya milikmu
masih dalam diam, kau masih menebar makna,.
tanpa ku mengerti arti tatapan itu,..
tatapan yang seolah-olah menyiratkan maksud hatimu, yang tak mampu lagi terurai oleh kata
masih ku ingat betul sorot mata itu,..
sorot mata yang selalu menggetarkan hatiku saat ku mengingatnya,..
dan sentuhan itu,..
membuatku merasakan kehangatan yang selama ini tak pernah aku rasakan,
walau ku tahu sentuhan itu tak hanya untukku seorang,..
selalu kau pertanyakan, mengapa baru saat ini sang waktu mempertemukan kita?
dalam situasi yang tak mampu lagi memilih,..
Rasaku memang telah tertambat padamu, disaat raga tak dapat lagi bersatu,..
biar rasa ini aku yang pendam, entah hingga kapan sang waktu kan menguji nya,..
tak banyak harap dari ku untuk dapat bersanding dengan mu, namun biarlah asaku yang datang menjemputmu dalam setiap malam ditidurmu,..
jika memang bukan takdirku untuk bersama mu, biarlah itu menjadi sakitku dalam penantian ku akan dirimu,..
akankah masih ada namaku dalam ingatan mu?