sesaat sehabis hujan,
aku masih berkutat dengan semua tugas-tugas yang menunggu untuk segera dirampungkan. ditemani segelas teh hangat dan rokok aku mencoba merampungkan semua tugas-tugasku. tapi semua aktivitasku sejenak terhenti, perhatian ku teralihkan oleh sebuah ingatan yang sekilas terbesit dalam otakku yang membuatku ingin menulis tentang sesuatu yang kurasakan.
suasana sehabis hujan, membawa memoriku kembali menyusuri jejak memori yang pernah terlupakan. kembali mengingat akan sosokmu di kota rantau yang pernah mempertemukan kita. gemertik gerimis pernah mempertemukan kita dalam suatu masa, menggundang kembali hadirnya perasaan rindu,..
merindukan suatu kisah yang memang tidak akan pernah berujung...
sempat terlintas dalam pikiran, dimanakah keberadaan mu sekarang.
tak pernah ku temukan lagi sosokmu, dirimu hilang bagai ditelan sang bumi.
berkelana menyusuri setiap rasa dalam gejolak jiwa mencari suatu jawab akan beribu tanya
Kamis, 05 Desember 2013
pagi
pancaran sinar matahari pagi menyapaku dengan sebuah senyum hangat,
mengajakku untuk kembali mengawali hari dengan penuh harapan dan semangat,.
mengajarkanku bahwa gelap tidak akan kekal, ia pasti tergantikan oleh sang mentari,..
pagi ini, masih dengan segelas teh panas dan sebatang rokok, aku mulai merangkai harapan dan menata hidup kembali,..
berjalan menapaki sisa-sisa kehidupan yang entah kapan akan berakhir,..
kembali belajar untuk tersenyum ketika dunia tak lagi bersikap ramah padaku,..
walau rasa hati tiada lagi kembali utuh,
penuh rongga dan kehampaan disetiap sudutnya,..
merangkai sebuah cerita akan penantian hidup,..
mengajakku untuk kembali mengawali hari dengan penuh harapan dan semangat,.
mengajarkanku bahwa gelap tidak akan kekal, ia pasti tergantikan oleh sang mentari,..
pagi ini, masih dengan segelas teh panas dan sebatang rokok, aku mulai merangkai harapan dan menata hidup kembali,..
berjalan menapaki sisa-sisa kehidupan yang entah kapan akan berakhir,..
kembali belajar untuk tersenyum ketika dunia tak lagi bersikap ramah padaku,..
walau rasa hati tiada lagi kembali utuh,
penuh rongga dan kehampaan disetiap sudutnya,..
merangkai sebuah cerita akan penantian hidup,..
Langganan:
Postingan (Atom)